Debat Pilkada Nganjuk, Wartawan Dilarang Liputan

Rabu, 25 April 2018 22:28:10 - Posting by 21k - Dilihat 709 kali
(Para Wartawan di Depan Gedung Wanita Kabupaten Nganjuk)


Nganjuk, Inderawaspada.com - Debat Bupati Nganjuk putaran kedua yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Nganjuk, pada Selasa (24/4/2018) di Gedung Wanita Jl. Yos Sudarso, Nganjuk dapat kecaman keras oleh para awak media. Kondisi ini disebabkan karena sejumlah wartawan yang hendak megambil liputan kegiatan, tidak diperbolehkan masuk oleh Event Organizer (EO) di depan pintu masuk.

Berdasarkan para awak media yang berada di lokasi acara tersebut, sempat terjadi adu mulut dengan pihak EO, namun karena tetap tidak bisa masuk, salah seorang anggota komisioner yang berada di depan pintu masuk dicecar seputar pertanyaan terkait pelarangan itu. Tidak selesai sampai disitu, puluhan wartawan dari media online maupun cetak sempat melakukan boikot didepan pintu masuk.

“Ketika saya melakukan rekaman dan pengambilan gambar kegiatan debat. Tiba-tiba ditegur oleh salah satu prtugas Event Organizer yang melarang dengan alasan sedang siaran langsung, hanya empat stasiun televisi dan tiga stasiun radio yang boleh meliput. Karena sudah ada kontrak,” ungkap Kusno, Wartawan Wartajatim.com, Rabu (25/4).

Lebih lanjut, para insan media juga akan melaporkan penyelenggara pelaksana kegiatan debat pilkada dari CV. Insan Mandiri ke Kepolisian dan dewan pers, karena diduga menghalangi kinerja awak media yang tercantum di dalam Undang-Undang Pers.

Sementara itu, Ketua KPUD Nganjuk Agus Rahman Hakim menyayangkan kejadian itu. Menurutnya, upaya menghalangi peliputan bukan dari pihak KPU tapi dilakukan oleh EO. Baik saat di pintu masuk maupun

saat moderator melarang peliputan.

“Intinya peristiwa terjadi karena miss komunikasi antara pihak KPU dengan pihak EO dan awak media, ” ujarnya.

Namun, setelah ada koordinasi antara pihak KPUD dan EO, akhirnya para awak media dipersilahkan masul ke lokasi debat, setelah sekitar satu jam dari kegiatan debat dilaksanakan.

Adapun saat dikonfirmasi terkait adanya pelarangan Liputan saat adanya debat Pilkada Nganjuk putaran kedua, Komisioner KPUD Nganjuk, Pujiono menyatakan dalam pelarangan liputan ada aturan kontrak. “Pelarangan sudah merupakan aturan kontrak peliputan awak media,” jelasnya.

Dilain sisi, dalam pelaksanaan debat publik yang menghadirkan ketiga pasangan calon ternyata satu orang Calon Bupati (Cabup) dari nomor urut satu Novi Rahman Hidayat berhalangan hadir. Ketidak hadiran Novi, dengan alasan sedang menjalankan ibadah umroh.

Mengenai ketidak hadiran Novi, KPUD Nganjuk Agus Rahman Hakim menyampaikan, Novi sedang melakukan ibadah umroh, sebagaimana yang tertuang dalam PKPU nomer 4 tahun 2017 tentang kampanye.

“Paslon diperbolehkan tidak hadir mengikuti tahapan Pilkada dikarenakan 2 hal, yang pertama karena sakit dan yang ke-dua karena melakukan ibadah, sedangkan mas Novi berhalangan hadir dikarenakan melakukan ibadah umroh dan didukung oleh dukumen-dokumen lain yang menyatakan dia memang akan melakukan ibadah,” pungkasnya. 

Tags : ##wartawan #dilarang #liputan #debat #pilkada #nganjuk #2018


Berita Politik Lainnya
Baca Juga
Komentar Berita
Tuliskan Komentar Anda
Kode Keamanan
Tuliskan Komentar anda menggunakan Facebook